Mata Karo – Berastagi adalah kota wisata unggulan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sekaligus kota terbesar kedua di dataran tinggi Karo setelah Kabanjahe. Berastagi dikenal luas karena udara dingin, tanah subur, serta perannya sebagai pusat pertanian dan pariwisata yang menopang kebutuhan wilayah Sumatera Utara.
Berastagi memiliki posisi geografis yang sangat unik. Kota ini berada di antara dua gunung berapi aktif, yakni Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Letaknya yang berada di ketinggian lebih dari 1.300 meter di atas permukaan laut menjadikan Berastagi sebagai salah satu kota terdingin di Indonesia, dengan suhu harian berkisar 16–17 derajat Celsius.
Kota Dingin Favorit Wisatawan
Berastagi berjarak sekitar 66 kilometer dari Kota Medan, sehingga mudah dijangkau wisatawan lokal maupun luar daerah. Udara sejuk dan panorama pegunungan menjadi daya tarik utama yang membuat kota ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Dijuluki Kota Markisa dan Jeruk Manis
Berastagi mendapat julukan “Kota Markisa dan Jeruk Manis” karena komoditas tersebut telah lama menjadi hasil pertanian unggulan warga. Kondisi tanah vulkanik yang subur membuat buah-buahan dari Berastagi dikenal segar, manis, dan berkualitas tinggi.
Pertanian Beragam dan Terus Berkembang
Selain markisa dan jeruk manis, petani Berastagi kini juga banyak membudidayakan stroberi, terong Belanda, berbagai sayuran dataran tinggi, serta tanaman hias. Sektor pertanian ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Pusat Pasokan Sayur dan Buah Sumatera Utara
Berastagi dikenal sebagai kota yang dipenuhi pedagang buah dan sayur di sepanjang jalannya. Hampir seluruh hasil bumi yang dijual berasal langsung dari lahan pertanian setempat. Dari kota inilah, pasokan sayur-mayur dan buah segar untuk Medan dan kota-kota besar lain di Sumatera Utara dipenuhi setiap hari.
Pajak Bunga Hidup yang Ikonik
Salah satu ciri khas Berastagi adalah Pasar Bunga Desa Raya, yang oleh warga setempat disebut Pajak Bunga Hidup. Pasar ini menjual berbagai jenis bunga hasil budidaya petani lokal dengan kualitas tinggi. Meski telah beroperasi selama bertahun-tahun, pasar ini hanya buka setiap hari Rabu dan Sabtu, menjadikannya unik dan eksklusif.
Wisata Alam dan Budaya yang Lengkap
Selain pertanian, Berastagi memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Beberapa destinasi unggulan antara lain Bukit Gundaling, kebun bunga, kolam renang alam, Taman Hutan Raya Bukit Barisan, Deleng Kutu, serta rumah tradisional Karo. Kombinasi wisata alam dan budaya menjadikan Berastagi destinasi yang lengkap dan berkarakter.
Berastagi bukan sekadar kota wisata, melainkan pusat pertanian strategis dan penyangga ekonomi regional. Udara dingin, tanah subur, serta kekayaan alam dan budaya menjadikan kota ini tetap relevan dan bernilai tinggi hingga saat ini.



