Matakaro.listberita.id – PADANGSIDIMPUAN — Kejurda Shokaido Sumut 2026 sukses digelar pada 28–29 Maret 2026 di Kota Padangsidimpuan. Kejuaraan ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan ratusan atlet karate dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Kejurda Shokaido Sumut 2026 merupakan penyelenggaraan ke-V yang diikuti 373 atlet dari 9 pengurus cabang di Sumatera Utara. Daerah peserta meliputi Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, Sibolga, Karo, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Binjai.
Sejak awal pertandingan, Kejurda Shokaido Sumut 2026 berlangsung ketat dan penuh tekanan. Setiap atlet tampil maksimal dengan mengandalkan teknik, kecepatan, serta strategi bertanding yang matang untuk meraih kemenangan.
Kontingen Kota Medan tampil dominan dan berhasil meraih gelar Juara Umum I. Medan mengoleksi 7 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Konsistensi di berbagai nomor pertandingan menjadi kunci keberhasilan mereka menguasai klasemen akhir.
Sementara itu, kontingen Kabupaten Karo tampil mengejutkan dan mengamankan posisi Juara Umum II. Karo berhasil meraih 5 medali emas, 6 perak, dan 6 perunggu. Hasil ini menunjukkan peningkatan signifikan sekaligus mempertegas posisi Karo sebagai kekuatan baru dalam persaingan karate Sumatera Utara.
Di posisi ketiga, Tapanuli Selatan meraih Juara Umum III dengan perolehan 4 medali emas, 1 perak, dan 8 perunggu. Capaian ini mencerminkan daya saing yang tetap kuat di tengah kompetisi yang ketat.
Selain menjadi ajang perebutan prestasi, Kejurda Shokaido Sumut 2026 juga berperan penting sebagai persiapan menuju Kejuaraan Nasional Shokaido Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 9–12 April 2026 di Lampung. Para atlet memanfaatkan kejuaraan ini untuk mengasah kemampuan teknik, mental, dan strategi sebelum tampil di level nasional.
Kejurda ini tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga memperkuat sistem pembinaan atlet karate di daerah. Diharapkan, ajang ini terus mencetak atlet potensial yang mampu bersaing hingga tingkat nasional dan internasional.(Debi)
Reporter: Ardi



