MEDAN – Matakaro.listberita.id – Jembatan modular Bailey menjadi solusi percepatan pemulihan infrastruktur di sejumlah daerah Sumatera Utara. Sebanyak delapan unit jembatan modular tipe 3-1 diterima oleh Kodam I/Bukit Barisan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di kawasan Pelabuhan Belawan pada Selasa (10/2/2026).
Jembatan modular Bailey tersebut diperuntukkan mempercepat pemulihan akses transportasi dan konektivitas masyarakat di wilayah terdampak kerusakan infrastruktur. Setelah tiba di pelabuhan, seluruh material langsung dibongkar dan dibawa ke kawasan Titi Papan, Mabar, Kota Medan, untuk dilakukan pengecekan dan verifikasi kelengkapan sebelum didistribusikan.

Proses pemeriksaan memastikan setiap komponen dalam kondisi siap pasang. Setelah dinyatakan lengkap, pendistribusian dilakukan secara bertahap melalui jalur darat ke sejumlah daerah sasaran.
Pengiriman pertama dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 09.19 WIB menuju Desa Sitampulak, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Pada hari yang sama pukul 18.30 WIB, satu set berikutnya diberangkatkan ke Desa Sei Buah Keras, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara.
Jembatan modular Bailey juga didistribusikan ke wilayah lain yang membutuhkan pemulihan akses. Pengiriman ketiga dilakukan pada Minggu, 15 Februari 2026 pukul 15.40 WIB menuju Desa Huta I Buntu Marehat, Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun. Sementara lima unit lainnya masih menunggu jadwal pemberangkatan berikutnya sesuai prioritas kebutuhan di lapangan.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menjelaskan bahwa pendistribusian dilakukan secara terencana agar pemasangan di lapangan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, bantuan jembatan modular ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam mempercepat pemulihan akses masyarakat, terutama di wilayah yang sebelumnya mengalami kerusakan infrastruktur sehingga mobilitas warga terganggu.

Distribusi bertahap juga bertujuan memastikan kesiapan personel dan lokasi pemasangan, sehingga jembatan dapat segera difungsikan setelah tiba di daerah tujuan. Dengan tersedianya jembatan tersebut, diharapkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan normal.



