SIMALUNGUN – (matakaro)
Inovasi terdepan dalam pelayanan publik sektor pariwisata kembali ditunjukkan oleh Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat PAM OBVIT) Polres Simalungun melalui program unggulan “Simalungun Safe Tourism”. Kegiatan patroli komprehensif di berbagai destinasi wisata unggulan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan di wilayah hukum Polres Simalungun.
Kepala Satuan Pengamanan Objek Vital Polres Simalungun AKP Hengky B. Siahaan, SH, MH saat dikonfirmasi pada Sabtu (2/8/2025) pukul 19.40 WIB menjelaskan bahwa program inovatif ini merupakan respons strategis terhadap perkembangan sektor pariwisata yang semakin pesat di Kabupaten Simalungun, khususnya kawasan Danau Toba.
“Pada Sabtu, 2 Agustus 2025 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, tim Sat PAM OBVIT melaksanakan patroli destinasi wisata di berbagai lokasi strategis dalam rangka program unggulan inovasi pelayanan publik ‘Simalungun Safe Tourism’,” ujar AKP Hengky B. Siahaan.
Kasat PAM OBVIT menerangkan bahwa kegiatan patroli ini mencakup sembilan destinasi wisata utama yang menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Aek Nauli Elephant Conservation Center (ANNEC), Taman Kera Sibaganding, Pantai Bebas, Hotel Atsari, Hotel Grand Tamaro, Hotel Khas Parapat, Mes Pora-pora, area pengecekan kapal, dan Live Freport.
“Pemilihan lokasi-lokasi ini berdasarkan analisis mendalam terhadap titik-titik strategis yang memerlukan pengamanan khusus dan menjadi pusat aktivitas wisatawan. Dengan cuaca cerah yang mendukung, patroli dapat dilaksanakan dengan optimal,” ungkap AKP Hengky.
Operasi patroli destinasi wisata ini melibatkan lima personel pilihan yang telah berpengalaman dalam penanganan keamanan objek vital dan pelayanan masyarakat. Tim yang dipimpin langsung oleh Aiptu Parlindungan Hutagaol ini juga beranggotakan Aiptu Henri A. Panca, Aipda Hendra Manurung, Bripka Eduard Manurung, dan Brigadir Rinaldi Sumbayak.
“Tim yang kami tugaskan merupakan personel pilihan yang memiliki kompetensi tinggi dalam bidang pengamanan objek vital dan pelayanan publik. Mereka telah dibekali pemahaman mendalam tentang karakteristik pariwisata dan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan wisatawan,” papar Kasat PAM OBVIT.
AKP Hengky menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam patroli ini mengedepankan aspek humanis dan kearifan lokal yang dapat diterima dengan baik oleh para wisatawan. “Dalam melaksanakan patroli destinasi, personel memberikan salam dan himbauan dengan sangat humanis agar pesan keamanan dapat tersampaikan dan diterima dengan baik oleh masyarakat serta wisatawan,” tegas AKP Hengky.
Program “Simalungun Safe Tourism” ini dirancang dengan tiga target utama yang saling berkesinambungan dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di wilayah Kabupaten Simalungun.
“Target pertama adalah terciptanya rasa aman kepada masyarakat, khususnya wisatawan, pada saat melaksanakan aktivitas wisata di wilayah hukum Polres Simalungun, terutama di kawasan wisata unggulan Kota Parapat,” jelas AKP Hengky.
Kasat PAM OBVIT menjelaskan bahwa target kedua fokus pada positioning Kota Parapat sebagai destinasi wisata unggulan yang didukung oleh sistem keamanan yang handal dan kearifan lokal yang autentik.
“Kami ingin menjadikan Kota Parapat sebagai kota tujuan wisata premium karena faktor keamanannya yang terjamin, didukung dengan kearifan lokal yang dapat diterima dan dinikmati oleh para wisatawan dari berbagai latar belakang,” ucap AKP Hengky.
Target ketiga program ini menekankan pada aspek komunikasi dan interaksi positif antara aparat keamanan dengan masyarakat dan wisatawan melalui pendekatan yang humanis dan ramah.
“Pendekatan humanis dalam memberikan salam dan himbauan keamanan menjadi kunci keberhasilan program ini. Kami ingin menciptakan citra positif bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung masyarakat,” tandas AKP Hengky.
Keberhasilan program “Simalungun Safe Tourism” ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Simalungun, sekaligus meningkatkan citra positif Polri di mata masyarakat dan wisatawan.
“Program inovatif ini akan terus kami kembangkan dan tingkatkan kualitasnya. Kami berkomitmen untuk menjadikan Simalungun sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah secara alamiah, tetapi juga aman dan nyaman bagi setiap pengunjung,” pungkas AKP Hengky B. Siahaan.
Melalui program “Simalungun Safe Tourism”, Sat PAM OBVIT Polres Simalungun membuktikan bahwa inovasi pelayanan publik dapat menjadi katalis penting dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah berbasis pariwisata yang berkelanjutan.
Muhtar/SPMI



