Solok Selatan — Setiap sore, suara riang anak-anak terdengar dari halaman SDN 23 Mato Aia, Nagari Bomas, Kecamatan Sungai Pagu. Sejak awal Juli lalu, suasana sekolah itu terasa sedikit berbeda. Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) tampak akrab berbaur dengan para siswa, mengajarkan cara mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menggosok gigi dengan benar.
Mereka adalah 19 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNP yang menjalani masa pengabdian di Nagari Bomas sejak 6 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Bagi masyarakat setempat, kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan program kampus. Dalam waktu yang relatif singkat, mereka telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari warga.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN 23 Mato Aia. Melalui pendekatan yang santai dan interaktif, mahasiswa mengajak para siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan diri sejak usia dini.
Anak-anak tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung cara mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sesuai standar kesehatan. Mereka juga belajar teknik menggosok gigi yang baik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Tawa dan antusiasme para siswa mewarnai kegiatan tersebut. Bagi mahasiswa KKN, pendidikan kesehatan menjadi langkah sederhana namun penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Namun aktivitas mereka tidak berhenti di ruang kelas.
Ketika matahari mulai condong ke barat, sebagian mahasiswa terlihat mengajar mengaji di Musala Taqwa. Pada kesempatan lain, mereka turun bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki lapangan bola voli yang selama ini menjadi pusat aktivitas olahraga pemuda nagari.
Di balik berbagai kegiatan sosial itu, mahasiswa juga menjalankan program yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan desa, yakni pemetaan potensi ekonomi Nagari Bomas. Melalui kegiatan tersebut, mereka mengidentifikasi berbagai potensi yang dimiliki masyarakat sebagai bahan masukan bagi pengembangan ekonomi nagari ke depan.

Di lain waktu, tim KKN juga melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba bagi siswa tingkat SMP sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat dan berkarakter.
Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa berbagai program yang dilaksanakan dirancang agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa.

Keberagaman program tersebut didukung oleh latar belakang keilmuan para peserta yang berasal dari berbagai program studi, seperti Pendidikan Geografi, Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Keperawatan, Informatika, Manajemen Bisnis, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Tari, Sejarah, Bisnis Digital, Fisika, Hukum, Psikologi, hingga Desain Komunikasi Visual, Pendidikan Sosiologi, Administrasi Pendidikan dan Georafi.
Perpaduan disiplin ilmu itu membuat kegiatan KKN tidak hanya berfokus pada satu bidang, melainkan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Wali Nagari Bomas, Sasrawati, SE, menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KKN UNP di Nagari Bomas. Program-program yang mereka jalankan sangat membantu masyarakat, terutama dalam memberikan edukasi kepada anak-anak dan remaja. Kehadiran mereka membawa semangat baru serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan berkembang,” ujar Saraswati.
Menurutnya, kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak hanya bermanfaat bagi siswa sekolah, tetapi juga membantu pemerintah nagari dalam menggali berbagai potensi yang dimiliki masyarakat.
“Pemetaan potensi ekonomi yang dilakukan mahasiswa menjadi masukan yang berharga bagi nagari. Kami berharap hasil kegiatan ini dapat menjadi salah satu dasar dalam merancang program pengembangan ekonomi masyarakat ke depan,” katanya.
Penilaian positif juga datang dari warga. Mereka melihat mahasiswa tidak membatasi diri pada kegiatan formal semata, melainkan aktif berinteraksi dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Anak-anak senang karena setiap hari ada kegiatan baru. Mahasiswa juga mudah bergaul dan tidak canggung berbaur dengan warga. Mereka ikut gotong royong, mengajar mengaji, dan membantu berbagai kegiatan masyarakat,” ungkap salah seorang warga.
Bagi Nagari Bomas, kehadiran mahasiswa KKN selama sebulan mungkin hanya persinggahan singkat. Namun berbagai kegiatan yang mereka lakukan meninggalkan pesan bahwa pembangunan desa tidak selalu dimulai dari proyek besar. Kadang ia berawal dari hal-hal sederhana: mengajari anak mencuci tangan, mendampingi mereka belajar mengaji, memperbaiki lapangan olahraga, atau membantu masyarakat mengenali potensi yang mereka miliki sendiri.
Di tengah derasnya arus perubahan zaman, pengabdian mahasiswa menjadi pengingat bahwa kampus dan desa sesungguhnya memiliki tujuan yang sama: membangun manusia. Dan selama sebulan di Nagari Bomas, para mahasiswa KKN UNP mencoba menjalankan tugas itu dengan cara yang paling sederhana—hadir, belajar bersama masyarakat, lalu menyalakan harapan untuk masa depan yang lebih baik. ***



